Masa Kejayaan

Dipikir-pikir, orang seperti saya punya masa kejayaan yang sepertinya periodik, sejauh ini. Masa kejayaan pertama adalah ketika kelas 2 SMP dahulu. Saat itu, saya diamanahi sebagai ketua Rohani 554, ekstrakulikuler ‘pergerakan’ yang kuat pengaruhnya bagi siapapun yang berniat aktif. Bahu-membahu bersama segelintir saja teman seangkatan (Malik, Huda, Birza, Aldi) untuk ngadain kegiatan, unit, dan mentoring, bersama para kakak mentor yang teladannya masih terasa hingga saat ini. Hampir tiap hari pulang malam (karena kebijakan saat itu, sekolah pulang sore hari), bahkan hari minggu sering digunakan kumpul untuk rapat atau dauroh.

Masa kejayaan selanjutnya adalah ketika kelas 2 SMA, yang saat itu saya dan mantan pengurus Rohani 554 (nama adalah do’a, karena itu 554 nya nggak pernah saya hilangkan bila menyebut Rohani, hehe) memang sepakat kembali turun ke SMP dan membina angkatan selanjutnya. Dengan peluh dan keringat yang keluar, beberapa SMP kembali menemukan kekuatannya, dan tercermin dari kegiatan MCamp 2007 yang saat itu mencetak record peserta terbanyak (hampir 150 orang, plus para alumninya). Kesibukan turun ini Alhamdulillah tidak terlalu menggangu kegiatan di SMA. Walaupun nggak bisa benar-benar aktif di OSIS maupun DKM, setidaknya bisa support di divisi OSIS. Selain itu, juga sempat memberikan kontribusi untuk sekolah di bidang olimpiade.

Masa kejayaan selanjutnya sewaktu tingkat 3 di kampus. Bisa dibilang, tingkat ini adalah saat-saatnya amanah ganda di Himpunan & Gamais. Saat itu, diamanahi sebagai Sekjen Supporting System kegiatan IMSS yang Subhanallah mahalnya, sekaligus juga sebagai Ketua Tim Kajian Ekskursi kuliah kerja anak-anak TF. Ekskursi, alhamdulillah bisa dibilang strategically succeed, dengan parameter kita berhasil mengunjungi beberapa industri di Gresik & Surabaya, Silaturahmi ke ITS plus menyambungkan kontak Dosen TF ITB & ITS, dan main ke Bromo. Kesulitan teknis memang banyak, tetapi bisa ditangani tim panitia dengan baik, diketuai pak Luhur Setyo. Kesulitan desain teknis terberat adalah kegiatan IMSS, yang anggaranya nembus 2M, dan kesekjenan SupSys dengan ‘rakus’nya memakan porsi 60%. Buset dah.

Menyenangkan bila mengingat masa lalu. Dan masa kejayaan itu sendiri sebenarnya hanyalah persepsi seseorang pada hidupnya sendiri. Positifnya kita mendefinisikan masa kejayaan adalah, kita tau bahwa dulu pernah memberikan effort & hasil terbaik, untuk dijadikan bekal keyakinan di masa depan, karena terkadang terjadi kesuraman yang amat di antara dua kejayaan.

Satu do’a saya adalah semoga bisa meraih kembali masa kejayaan selanjutnya. Dan ini tentu saja perlu perencanaan, kesungguhan,  kesabaran, dan saudara seperjangan. Walaupun nggak bisa diyakini periodik, tetapi anggap saja sebagai motivasi, haha. Bismillah.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s